Art & Soul

by Sasriana Octavinia

Proposisi Dan Penalaran

Pengertian Proposisi

Proposisi adalah suatu pernyataan bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh. Pernyataaan tentang hubungan yang terdapat diantara 2 term. Hasil kegiatan akal budi manusia dimana dia mengakui atau memungkiri terhadap suatu objek.

thinking-man

  • Unsur-unsur Proposisi
  1. Subjek : Sesuatu hal yang dapat diakui atau dipungkiri
  2. Prdikat : Apa yang diakui atau dipungkiri tentang subjek
  3. Kopula : Yang menghubungkan antara subjek dan predikat
  4. Kuantor : Pembilang yang menunjukan lingkungan yang dimaksud oleh subjek yang dapat berbentuk universal/partikuler yang sekaligus juga menunjukan kuantitas pernyataan.
  • Jenis-jenis Proposisi

>> Proposisi Kategori/Subjek-Predikat = Proposisi yang terdiri atas subjek dan predikat. Dalam proposisi kategori, predikat mengafirmasi atau menegasi subjek.

Contoh : Jendral Soedirman adalah seorang pejuang.

>> Proposisi Afirmatif/Positif = Proposisi kategori yang mengafirmasikan atau mengiakan adanya hubungan antara subjek dan predikat, dalam hal ini diakui pula bahwa subjek menjadi bagian dari predikat.

Contoh : Aristosteles adalah ahli logika.

>> Proposisi Negatif = Proposisi kategori yang menggunakan adanya hubungan antara seubjek dan predikat.

Contoh : Sebagian politisi tikdalah licik

>> Proposisi Universal = Proposisi kategori yang menggunakan pembilang/quantifier yang bersifat universal (semua, tiap-tiap, masing-masing, setiap, siapa pun juga, apa pun juga).

Contoh : Beberapa mahasiswa adalah anak orang kaya.

>> Proposisi Atomik = Proposisi yang hanya terdiri atas satu pernyataan dan mengacu kepada nama diri atau jika menggunakan kata ganti, maka akan menggunakan penunjuk ini atau itu.

Contoh : Agus Sudrajat adalah mahasiswa FISIP UNSIL.

>> Proposisi Asertotik = Proposisi yang membenarkan bahwa subjek adalah sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh predikat. Dengan kata lain, apa yang disebutkan oleh predikat mengenai subjek memang benar adanya.

Contoh : Semua guru adalah pendidik.

>> Proposisi Apodiktik = Proposisi yang merupakan kemestian kebenaran dari penjelasan yang diberikan oleh predikat terhadap subjek berdasarkan pertimbangan akal budi semata.

Contoh : Lima adalah sepuluh dibagi dua.

>> Proposisi Empirik = Proposisi yang didasarkan pada pengamatan dan pengalaman.

Contoh : Suhartono adalah karyawan yang paling setia di kantor ini.

>> Proposisi Majemuk = Proposisi yang mengandung lebih dari suatu pernyataan yang terlihat pula lewat subjek atau predikat yang berjumlah lebih dari satu.

Contoh : Agus adalah orang yang bijaksana dan rajin (Agus adalah orang yang bijaksana, Agus adalah orang yang rajin)

>> Proposisi Disjungtif = Proposisi majemuk yang menegaskan bahwa pada waktu yang bersamaan dua buah proposisi tidak dapat kedua-duanya benar atau kedua-duanya salah (selalu menggunakan kata atau).

Contoh : Agus atau Erwin adalah pemimpin sejati.

  • Bentuk-bentuk Proposisi

Berdasarkan bentuk, proposisi dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
a) Tunggal adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat atau hanya mengandung satu pernyataan.
Contoh :
• Semua petani harus bekerja keras.
• Setiap pemuda adalah calon pemimpin.
b) Majemuk atau jamak adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contoh :
• Semua petani harus bekerja keras dan hemat.
• Paman bernyanyi dan menari.

Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Macam-macam Penalaran, Penalaran ada dua jenis yaitu :

INDUKTIF

induktif adalah hal khusus menuju hal umum. Ya itu kuncinya “dari yang khusus menuju yang umum. Bila diuraikan, jangan terpatok pada gaya definisi seseorang, coba uraikan sendiri definisi paragraf induktif dengan kata kunci “dari khusus ke umum” tadi. Atau kalau memang malas menguraikan, mari lihat definisi berikut;

Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.

Masih kurang puas dengan definisi tersebut? Baiklah karena definisi yang baik disertai dengan batasan dan ciri-cirinya. Kita uraikan ciri-cirinya. Ciri-ciri paragraf induktif dapat diketahui dengan melihat atau membuat sebuah paragraf. Apabila dalam paragraf itu mula-mula menyebutkan peristiwa khusus dan diakhiri dengan kesimpulan berdasar peristiwa khusus tersebut, maka bisa dipastikan anda sedang membaca atau membuat paragraf induktif.

Ciri-ciri Paragraf Induktif

  • Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
  • Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
    Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
  • Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
  • Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama

CONTOH :

-Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan

-Ikan Paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan

kesimpulan —> Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan

DEDUKTIF

deduktif adalah contoh suatu paragraf yang dibentuk dari suatu masalah yang bersifat umum, lebih luas. Setelah itu ditarik kesimpulan menjadi suatu masalah yang bersifat khusus atau lebih spesifik. Atau juga dapat diartikan, suatu paragraf yang kalimat utamanya berada di depan paragraf kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.

Contoh :
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.

Kalimat utama dari paragraph adalah kalimat yang di garis bawahi, dan kalimat itu berada depan paragraf sesuai dengan ciri-ciri dari paragraph deduktif.

Sumber : 

http://aguzssudrazat.blogspot.com/2012/09/pengertian-dan-jenis-jenis-proposisi.html

http://adammaulanaaa.blogspot.com/2013/04/penalaran-dan-pengertian.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 4, 2015 by .
%d bloggers like this: